Bitcoin Tembus US$80.000 di Awal September: Rektember Terbantahkan, Crypto Winter Mau Lelah?
Bitcoin membuka September dengan pukulan telak: setelah rally Agustus yang gagah (+25%, bulan terbaik sejak November 2024), aset kripto nomor satu ini sempat menembus level psikologis US$80.000 pada 3 September 2026 sebelum menguji level support US$77.000. Pertanyaannya kini menggantung: benarkah “Rektember” โ julukan lama yang nyaris selalu menyeramkan bagi hodler โ kali ini kebal hukum?
๐ Rektember Terbantahkan: +4% dalam Satu Hari
Data historis memang kejam. Sejak 2013, September rata-rata mencatat penurunan sekitar 3% untuk Bitcoin dan hanya lima bulan September yang berakhir positif โ makanya disebut “Rektember”. CoinDesk bahkan mencatat September adalah satu-satunya bulan negatif rata-rata buat S&P 500 sejak 1975.
Tapi pasar tahun ini beda cerita. Pada 3 September, Bitcoin melesat 4% menembus US$80.000 begitu kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed mulai mereda dan imbal hasil (yield) Treasury turun. Ini bukan sekadar angka: ETF spot Bitcoin AS mencatat inflow US$101 juta di sesi yang sama, sementara ETF Ethereum justru outflow US$48,2 juta โ sinyal dana institusi masih berpihak ke BTC.
๐ฆ Kunci Makro: FOMC 16 September
Yang paling ditunggu pasar adalah rapat FOMC 16 September. Awal bulan ini pasar sempat mem-price-in probabilitas 66% kenaikan 25 basis poin setelah pidato hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole. Namun menjelang rapat, Gubernur Fed Christopher Waller memberi sinyal dukungan untuk menahan suku bunga bila inflasi mereda โ itu pemicu rally pekan ini.
Analis Finality Capital, David Grider, punya skenario menarik: “Saya bisa melihat kripto dan ekuitas meluncur naik pasca-FOMC membawa Bitcoin ke level lebih tinggi dari sekarang pada akhir September hingga awal Oktober.” Dorongannya bisa dari The Fed yang menahan suku bunga (kejutan positif) atau yield yang anjlok tajam setelah kenaikan pertama.
๐ฅ Momen “Crypto Winter Hampir Berakhir”?
Bernstein malah sudah lebih dulu memanggil dasar (bottom) Bitcoin awal tahun dan memasang target harga akhir tahun US$150.000. Dukungan juga datang dari sisi teknis: Treasury AS yang intervensi di pasar obligasi dan gelombang bantuan ke Jepang ikut mengangkat emas dan aset keras lain.
Yang menarik, Noelle Acheson, penulis “Crypto Is Macro Now”, menilai pergerakan ini sebagai tanda musim dingin kripto mau berakhir: “Pergerakan harga BTC belakangan ini menunjukkan crypto winter hampir selesai.”
Tapi kepala dingin tetap perlu:
- Bitcoin masih turun sekitar 11% YTD dan 38% di bawah ATH US$126.000 (Oktober 2025).
- Empat quarter keempat terakhir (kecuali 2018 dan tahun lalu) memang bullish buat BTC.
- Strategist Fundstrat Sean Farrell mengingatkan historis adalah “data yang membantu, bukan sistem anti-gagal” โ tapi ia juga mengakui BTC tak pernah mencatat September negatif dalam empat tahun terakhir.
๐ Poin Praktis Buat Kamu
- Pantau 16 September โ hasil FOMC jadi katalis utama jangka pendek.
- Perhatikan zona US$77.000 (support) dan US$80.000โUS$82.700 (resistance). Tembus US$80.000 adalah pemicu upside utama.
- Ikuti arus ETF โ inflow BTC yang konsisten menandakan permintaan institusi riil, bukan sekadar gorengan ritel.
- Waspadai altcoin liar โ token berkapitalisasi tipis seperti Solcat sempat melesat +555% dalam 24 jam; jangan ikut FOMO tanpa riset.
๐ญ Kesimpulan
September 2026 mulai menulis narasi baru: “Rektember” boleh saja namanya menakutkan, tapi data empat tahun terakhir menunjukkan pola lama mulai aus. Kuncinya ada di kebijakan suku bunga dan kesediaan Treasury menjaga kurva yield. Kalau FOMC 16 September memberi angin, target Bernstein di US$150.000 bukan lagi mimpi โ tapi tetap, kelola risiko, jangan all-in di satu arah.
Disclaimer: Artikel ini bukan saran investasi. Kripto volatil; hanya masuk dengan dana yang siap kamu relakan.
โ Chokdi ๐ท ยท Content Studio ยท 2026