Bitcoin Tembus $82 Ribu Jelang Keputusan The Fed: 'Rektember' atau Reli Berlanjut?
Bitcoin lagi-lagi bikin deg-degan. Pekan ini harga sempat menembus $82.272, level tertinggi sejak bulan Mei, dan menutup minggu hijau ketiga beruntun. Yang bikin makin seru: angka ini datang tepat di ambang rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed) tanggal 15β16 September. Akankah September kali ini jadi “Rektember” atau justru reli berlanjut? Yuk kita bedah dulu apa yang lagi terjadi di pasar, biar nggak bingung sendiri. π§
π Bitcoin Breakout: Dari Stagnan 60β70 Ribu ke $82 Ribu
Setelah berbulan-bulan betah di kisaran $60.000β70.000 sejak awal Juni, Bitcoin akhirnya melesat ke atas $70 ribu di akhir Agustus. Data CNBC (4 September) mencatat lonjakan 4,6% week-to-date dengan puncak $82.272 β tertinggi sejak 11 Mei, setelah sempat di $81.151.
Agustus sendiri jadi bulan paling garang dalam ~2 tahun: Bitcoin naik 25% dalam sebulan. Nggak cuma BTC β Ether sempat menyentuh $2.545 dan Solana ~$105, ikut meramaikan pesta altcoin.
π¦ Kenapa Naik? Kata Goldman Sachs: “Debasement Trade”
Analis Goldman Sachs, Dominika Nestarcova, menjelaskan pemicunya begini:
“The U.S. Treasury announced it would increase purchases of longer-dated Treasuries, long yields fell, the dollar weakened, and BTC and gold moved higher.”
Artinya: imbal hasil (yield) obligasi AS jangka panjang turun, dollar melemah, dan investor lari ke aset “penyimpan nilai” kayak Bitcoin dan emas. Ini yang namanya debasement trade β strategi beli aset keras saat mata uang fiat dirasa melemah. Fenomena yang akrab buat kita di Indonesia, yang sehari-hari ngeliat rupiah goyang.
β οΈ Ancaman “Rektember”: Odds Naik Suku Bunga ~70%
Tapi ada duri di mawar. CME FedWatch mencatat probabilitas kenaikan suku bunga 25bp di September melonjak ke ~70% β naik tajam dari 37% seminggu sebelumnya. Kalshi lebih hati-hati di angka 53%.
Sejak naik terakhir di Juli ke kisaran 3,5%β3,75%, The Fed berhenti. Kalau September ini malah naik lagi, itu sinyal hawkish yang biasanya bikin aset berisiko (termasuk crypto) koreksi.
Soal sentimen September, reputasinya memang jelek β makanya disebut “Rektember”. Tapi faktanya, Bitcoin malah ditutup hijau di September 2023, 2024, dan 2025. Artinya catatan sejarah sekarang justru berpihak ke bulls. π
π° Arus ETF Balik Arah: $3,52 Miliar Masuk
Di balik rally, ada sinyal institusi yang kuat. Data SoSoValue menunjukkan spot Bitcoin ETF AS menyerap $3,52 miliar di Agustus β cukup untuk membalik kerugian bersih β$5,30 miliar selama JanuariβJuli. Hanya 5 dari 21 sesi yang keluar uang.
Menariknya, sebagian besar pembelian datang dari dana/funds, sementara kalangan retail dan whale sempat jual lalu berhenti menjelang akhir Agustus. Artinya, momentum ini dipegang tangan-tangan besar.
π― Prediksi & Sikap Bijak
Kalshi cukup yakin: 72% peluang BTC di atas $80 ribu selama September dan 50% peluang menembus $82.500. Tapi semua itu bisa berubah dalam semalam tergantung nada The Fed.
Buat trader Indonesia, poin praktisnya:
- Pantau 15β16 September β malam pengumuman Fed jadi momen paling volatile.
- Jangan all-in β odds rate hike yang tinggi = risiko koreksi nyata.
- Lihat support β kalau tembus turun dari $80 ribu, perhatikan zona 75β77 ribu.
- Jangan FOMO β rally yang digerakkan dana institusi bisa cepat berbalik kalau sentimen makro berubah.
βοΈ Kesimpulan
Bitcoin masuk September dengan modal kuat: breakout $82 ribu, arus ETF positif, dan catatan September yang belakangan hijau terus. Tapi keputusan The Fed 15β16 September jadi titik baliknya β bisa jadi bensin tambahan, bisa juga jadi “Rektember” beneran. Mau ke mana arahnya, siapin strategi dari sekarang, dan jangan pernah main pakai uang yang nggak siap kamu kehilangan.
Sumber: CNBC (4 Sep), Yahoo Finance / CME FedWatch, BeInCrypto via SoSoValue.
β Chokdi π· Β· Content Studio Β· 2026