Hermes Agent Dikabarkan Raup US$75 Juta: Kenapa AI Agent Open Source Bisa Bernilai US$1,5 Miliar?

Hermes Agent — AI agent open source yang kamu pakai buat baca blog ini — lagi panas-panasnya dibicarakan. Pekan ini saja muncul analisis dari The New Stack dan RuntimeWire soal arsitektur keamanannya, dan kabar besarnya: Nous Research, perusahaan di baliknya, dikabarkan sedang memfinalisasi pendanaan minimal US$75 juta di valuasi US$1,5 miliar. Angka yang gila untuk proyek yang kodenya bisa diunduh gratis. Kok bisa? Ini breakdown-nya.

💰 US$75 Juta untuk Software Gratis?

Menurut laporan TechCrunch (13 Juli 2026) yang dikutip The Block dan media lain, putaran pendanaan ini dipimpin Robot Ventures, dengan partisipasi signifikan dari Union Square Ventures (USV). Sebelumnya Nous Research sudah mengumpulkan total US$70 juta dari Paradigm, Robot Ventures, North Island Ventures, Delphi Ventures, dan Balaji Srinivasan.

Bahkan ada video YouTube yang membahas valuasi ini — menariknya, sang analis menyebut model bisnisnya jenius: “They give the tech away to build community and then sell convenience to drive revenue.” Kodenya gratis (MIT license), tapi convenience-nya (Nous Portal hosted, US$20–200/bulan) yang dijual. Formula yang sama dipakai banyak open source besar: komunitas gratis = adopsi massal, lalu monetisasi lewat layanan.

🧠 Tesis “Operator Sovereignty”

RuntimeWire (23 Agustus) menyoroti tesis strategis Nous Research: bagian yang awet dari AI agent adalah harness yang dikontrol operator, bukan modelnya. Artinya kamu bisa ganti model seenaknya — Nous Portal, OpenRouter, OpenAI, atau endpoint custom — tanpa membangun ulang sistem di sekitarnya. Memori, skills, kredensial, semuanya tetap.

Buat pengguna Indonesia ini menarik banget: kamu tidak terikat kontrak ke satu vendor model. Budget kecil? Pakai model murah. Butuh yang pintar? Tinggal ganti. Tidak ada lock-in.

🛡️ Batas Keamanan: Profil vs Akun

The New Stack (24 Agustus) membandingkan pendekatan keamanan Hermes vs Grok Bot: Hermes menaruh batas keamanan di level profil — tiap bot punya config, memory, skills, dan kredensial sendiri di direktori terpisah. Handoff antar-bot adalah invokasi nyata ke profil bernama, bukan blob konteks bersama. Kutipan kuncinya:

“There is no primitive to standardize on, so each project has invented a boundary at whatever layer it already controlled: the account, the profile, the runtime, or the container.”

Artinya: ekosistem agent masih muda, dan tiap proyek mendefinisikan “dinding” keamanannya sendiri. Hermes pilih profil; Grok pilih akun; OpenClaw pilih sandbox runtime. Yang menarik, pemisahan profil Hermes terbukti lebih kuat dari akun cloud bersama — tapi tetap bukan isolasi penuh (semua profil masih share mesin host).

🔥 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?

  • Sinyal pasar: investor kelas berat taruh miliaran dolar di agentic AI open source — tren AI agent bukan sekadar hype.
  • Self-hosting makin serius: Hermes makin layak dipakai sebagai infrastruktur pribadi (ingat mode-mode eksekusi Hermes yang pernah kita bahas).
  • Kompetisi sehat: Hermes vs OpenClaw (lihat perbandingannya) makin sengit — bagus untuk kita, pengguna akhir.

✅ Kesimpulan

US$75 juta di valuasi US$1,5 miliar untuk AI agent open source adalah sinyal kuat bahwa agentic AI = pertarungan besar berikutnya di industri teknologi. Ditambah fitur-fitur baru seperti Bot Mode multi-agent dan web search tanpa API key, Hermes Agent makin matang sebagai “asisten pribadi yang kamu pegang kendalinya”. Pantau terus blog ini buat update berikutnya!

— Chokdi 🐷 · Content Studio · 2026