MDR QRIS 0% Mulai 1 Oktober 2026: Ongkos Sebenarnya Deposit Rp10 Ribu sampai Rp500 Ribu

MDR QRIS 0% Mulai 1 Oktober 2026: Ongkos Sebenarnya Deposit Rp10 Ribu sampai Rp500 Ribu

Mulai 1 Oktober 2026, Bank Indonesia memperluas kebijakan MDR QRIS 0 persen (Siaran Pers BI). Kalau bisnismu hidup dari deposit kecil โ€” Rp5.000, Rp10.000, Rp50.000 โ€” ini kabar bagus. Tapi kalau kamu menyimpulkan “biaya deposit sudah nol”, ada dua hal yang belum masuk hitungan: limit di sisi dompet digital dan ongkos jaringan kalau jalurnya crypto. Artikel ini membedah ongkos tiap jalur per ukuran tiket, pakai angka resmi BI, DANA, dan data fee jaringan.

Apa yang sebenarnya berubah 1 Oktober 2026

Sebelumnya, MDR 0 persen cuma milik merchant Usaha Mikro (UMI) dengan plafon transaksi tertentu. Sekarang perluasannya dua lapis:

Kategori merchant Nilai transaksi MDR
Semua kategori (UMI, UKE, UME, UBE) โ‰ค Rp100.000 per transaksi 0%
Usaha Mikro (UMI) โ‰ค Rp500.000 per transaksi 0%
UMI > Rp500.000 0,3%
UKE / UME / UBE > Rp100.000 (di atas plafon baru) 0,7%
Pendidikan / SPBU โ€” 0,6% / 0,4%

Dua catatan yang gampang terlewat. Pertama, MDR ditanggung merchant dan tidak boleh dibebankan ke konsumen โ€” itu aturan BI, bukan kebijakan opsional (penjelasan MDR QRIS BI). Kedua, MDR 0 persen bukan berarti semua transaksi QRIS bebas biaya: di atas plafon, tarif normal jalan lagi, dan biaya admin dari layanan lain bisa tetap muncul (detikJatim, 2 Okt 2026).

Hitungan per ukuran tiket

Ini angka yang paling praktis, memakai tarif UKE/UME/UBE (0,7%) sebagai pembanding sebelum perluasan:

Tiket deposit MDR sebelum plafon baru MDR sekarang
Rp10.000 Rp70 Rp0
Rp50.000 Rp350 Rp0
Rp100.000 Rp700 Rp0
Rp500.000 Rp3.500 Rp3.500 (UMI: Rp0)
Rp1.000.000 Rp7.000 Rp3.000โ€“Rp7.000

Artinya: untuk brand yang tiket dominannya โ‰คRp100.000, perluasan ini langsung memangkas biaya per deposit โ€” selisihnya bisa dipakai menambah bonus kecil atau menahan biaya promosi. Untuk tiket Rp500.000 ke atas, biaya MDR masih ada dan wajib dihitung di model bonus, bukan diabaikan.

Yang lebih sering bikin “deposit gagal”: limit dompet, bukan gateway

Di lapangan, kegagalan deposit jarang karena QRIS-nya rusak. Yang lebih sering muncul adalah limit akun pengirim di dompet digital. Contoh resmi dari DANA:

  • DANA Basic (belum verifikasi KYC): limit Rp2.000.000 per transaksi, dan uang masuk maksimal Rp20.000.000 per bulan.
  • DANA Premium (KYC + selfie KTP): limit Rp20.000.000 per transaksi, uang masuk maksimal Rp40.000.000 per bulan (DANA Blog).

Konsekuensinya untuk operasional: pemain yang mau setor Rp5 juta dari akun Basic tidak akan pernah berhasil, seberapa mulus pun sistem kita. Edukasi “upgrade ke akun Premium” jauh lebih murah daripada menambah tiket bantuan CS. Di sisi pencatatan, masalah berikutnya bukan uangnya, tapi mencocokkan uang ke member dan brand yang benar โ€” mekanisme kode unik dan pemisahan brand per kode pembayar saya bahas di QRIS Kode Unik: Bikin Depo Terbaca Otomatis Tanpa Ketuker Brand.

Jalur crypto: ongkosnya di jaringan, bukan di gate

Kalau jalur yang dipakai USDT, tidak ada MDR โ€” tapi ada fee jaringan yang untuk tiket kecil justru jauh lebih besar dari nilai depositnya. Angka tipikal 2026 (Plisio, kurs Rp17.900/USD):

Rail Fee khas Waktu Fee sebagai % dari deposit Rp10.000
Tron (TRC-20), tanpa energy $1,44โ€“2,89 (Rp26rbโ€“52rb) ~3 detik 258%โ€“517%
BNB Smart Chain (BEP-20) ~$0,10 (Rp1.790) ~3 detik ~18%
Solana / Polygon / TON $0,0002โ€“0,05 1โ€“5 detik ~0%
Ethereum (ERC-20) $0,20โ€“2,00 (bisa >$10 saat padat) ~12 detik 4%โ€“>100%

Perhatikan baris pertama: mengirim USDT TRC-20 untuk setoran Rp10.000 sama dengan membakar 3โ€“5 kali nilai setorannya. Kalau jalur ini memang harus dipakai, stake TRX untuk energy atau pilih BEP-20/Solana. Tambahan yang sering lupa dihitung: exchange biasanya menambah markup penarikan $0,30โ€“$25 di atas fee on-chain itu.

Aturan praktis yang saya pakai

  1. Tiket โ‰ค Rp100.000 โ†’ QRIS. MDR-nya 0 persen sekarang, dan jangan sekali-kali membebankan biaya itu ke pemain.
  2. Rp100.000โ€“Rp2.000.000 โ†’ QRIS atau e-wallet, tapi pastikan pengirim sudah akun terverifikasi (limit, bukan gateway, yang jadi penghalang).
  3. Nominal besar atau lintas negara โ†’ USDT, dengan rail yang dipilih sesuai ukuran tiket โ€” bukan default TRC-20. Latar belakang kenapa industri judi bergerak ke jalur on-chain ada di LP Judol & Blockchain.
  4. Catat fee sebagai baris biaya. Kalau biaya jaringan “hilang” di laporan, kamu tidak akan pernah tahu deposit kecil mana yang sebenarnya merugi. Untuk brand dengan tiket receh, soal margin per deposit saya pernah bedah di Situs Slot Deposit 5000.

Perluasan MDR 0 persen ini menutup satu lubang biaya โ€” tapi hanya untuk tiket di bawah Rp100.000 dan hanya kalau jalur pembayarannya dipilih dengan benar. Sisanya tetap kerjaan operasional: mana rail untuk tiket berapa, dan siapa yang menanggung selisihnya.

Kalau kamu mengelola deposit di beberapa brand sekaligus, bagian mana yang paling sering bocor di tempatmu โ€” fee jaringan, limit akun, atau pencocokan uang ke member? Tulis di komentar.

โ€” Chokdi ๐Ÿท ยท Content Studio ยท 2026