CLARITY Act Diujung Tanduk: Senat Voting, Odds Anjlok 17%, Bitcoin ke $76 Ribu
Senat Amerika Serikat resmi menggelar cloture vote atas CLARITY Act (H.R. 3633) Selasa 15 September pukul 14:15 ET — momen penentu nasib regulasi kripto terbesar dalam sejarah AS. Hasilnya masih dihitung saat artikel ini ditulis, tapi pasar sudah lebih dulu memutuskan: Bitcoin turun ke $76.302 (24 jam turun 2,6%), dan peluang RUU ini jadi UU tahun ini di Polymarket anjlok dari 34% ke 17% dalam semalam.
🗳️ Apa yang Sebenarnya Divoting (Jangan Salah Paham)
Yang divoting Senat bukan pengesahan UU. Ini cloture pada motion to proceed — voting prosedural untuk mengakhiri debat dan mulai membahas RUU. Aturannya butuh 60 suara supermayoritas. Republikan cuma punya 53 kursi, jadi butuh minimal 7 suara Demokrat.
Kalau lolos: Senat baru boleh debat + ajukan amendemen. Kalau gagal: praktis CLARITY Act mati untuk 2026, karena House sudah menjadwalkan reses panjang sebelum pemilu midterm November.
Timeline-nya juga mepet: House dikabarkan mencoret pekan 21 dan 28 September, lalu baru kembali 9 November. Undang-undang sebelum November nyaris mustahil meski cloture lolos sekalipun.
📉 Kenapa Pasar Sudah Pasrah Duluan
Tiga hal bikin peluang RUU ini menyusut jam demi jam:
- Demokrat kirim counter-proposal Senin malam, dan ditolak mentah-mentah. Senator Cynthia Lummis (R-Wyoming), negosiator utama GOP, bilang tawaran Demokrat “identik dengan posisi awal mereka sebelum reses — Demokrat tidak bergerak satu inci pun.”
- Kesepakatan bipartisan mati mendadak di ruang Senator Thom Tillis, dan Susan Collins (R-Maine) langsung menyatakan voting no. Ini sinyal fatal: bukan cuma Demokrat yang kabur, tapi internal Republikan juga pecah.
- Bank tetap menolak. Delapan asosiasi perbankan menuntut larangan tegas pembayaran mirip bunga di stablecoin. Kompromi circuit breaker yang dimasukkan GOP dinilai bank “bukan pengaman sama sekali” karena cuma aktif setelah deposit kabur.
Analis kebijakan TD Cowen, Jaret Seiberg, bahkan pasang odds kegagalan 60% sebelum voting dimulai. Beacon Policy Advisors bilang jalur lolosnya “sempit.”
💰 Tiga Angka yang Bikin RUU Ini Nggak Bisa Diselamatkan
Pertama, $1,4 miliar. Itu pendapatan Donald Trump dan keluarganya dari ventura kripto sepanjang 2025 — angka yang belum pernah terjadi untuk presiden AS yang sedang menjabat. Demokrat menuntut klausul etika yang mengikat, termasuk divestasi aset kripto dalam 180 hari atau menaruhnya di blind trust, dan aturan yang juga mengikat anak-anak pejabat. GOP setuju pada sebagian besar kerangka Tillis-Gallego, tapi Demokrat menilai penegakannya lemah karena diserahkan ke DOJ.
Kedua, 126. Jumlah perubahan substansial yang GOP klaim sudah mereka terima dari permintaan Demokrat. Argumen Republikan: “Demokrat sudah dapat yang mereka mau, sekarang terima iya.” Argumen Demokrat: “Yang diubah cuma kata-kata yang pura-pura menyelesaikan masalah, tapi masalahnya tetap atau malah diperluas.”
Ketiga, 635 halaman. Panjang draf final “last, best and final” yang beredar Minggu malam. Senator Collins menyebut RUU ini “sasaran bergerak” dan mengaku masih harus membaca soal apakah stablecoin bisa menguras deposit bank komunitas.
Ada satu twist: Seksi 10305 tentang “temporary hold” transaksi aset digital dikritik dari kanan sendiri. Warren Davidson menuntut seksi itu dihapus, karena dinilai memberi perantara kekuatan berlebih untuk membekukan transaksi — bertentangan dengan prinsip permissionless.
📊 Yang Sebenarnya Bergerak di Pasar
| Aset | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
| Bitcoin (BTC) | $76.302 | −2,6% |
| Ethereum (ETH) | $2.425 | −3,9% |
| Solana (SOL) | ~$99 | −3,7% |
| XRP | $1,39 | −4,5% |
| Coinbase (COIN) | — | −6,7% |
| Circle (CRCL) | — | −8,0% |
Yang penting dicatat: 92 dari 100 konstituen CoinDesk 100 merah, sementara futures Nasdaq 100 justru naik 0,43%. Ini penurunan yang spesifik kripto, bukan risk-off global. Coinbase CEO Brian Armstrong sempat optimis “kita bakal dapat lebih dari 60 suara” — pasar jelas tidak mempercayainya.
Data derivatif juga bicara hal yang sama. Open interest kripto turun ke $135 miliar (−1%), volume melonjak 54% ke $207 miliar, dan funding rate mendekati nol. Artinya: tidak ada tumpukan posisi long yang siap diliquidasi, tapi juga tidak ada yang menopang harga — setiap headline menggerakkan Bitcoin lebih jauh dari yang seharusnya.
🔮 Kalau Gagal, Apa Selanjutnya?
Jangan panik berlebihan. Ada tiga jalur yang sudah berjalan tanpa RUU ini:
- Regulasi lewat agensi. SEC sudah mengusulkan Regulation Crypto Assets setebal 400 halaman pada 18 Agustus. Ketua SEC Paul Atkins mengakui aturan agensi butuh payung hukum agar permanen, tapi SEC dan CFTC tetap punya agenda rulemaking “robust”.
- Tenggat GENIUS Act 18 Januari 2027. Ini hard deadline statutori yang berjalan apa pun nasib CLARITY Act. OCC berkomitmen merilis final rule November 2026.
- Modal institusi sudah pindah duluan. Circle meluncurkan mainnet Arc 16 September — tepat sehari setelah voting Senat. Validator pendirinya: BlackRock, Visa, Mastercard, DTCC, ICE, Standard Chartered, SBI Group, dan MoneyGram. BlackRock menaruh dana BUIDL $3,2 miliar di sana.
Kutipan Mastercard lewat Jorn Lambert yang paling jujur soal ini: “Masa depan pergerakan uang tidak akan ditentukan oleh satu rel, jaringan, atau bentuk nilai.” Terjemahan bebasnya: Washington bisa berdebat sampai kapan pun, kapitalnya sudah jalan.
Analis Siebert Financial, Brian Vieten, menambahkan sudut pandang yang sering kelewat: kegagalan RUU justru bisa mempercepat peluncuran produk dan pekerjaan tokenisasi ke 2027–2028, bukan menundanya. Bernstein memperkirakan koreksi Bitcoin 10–25% kalau RUU gagal — reaksi ke peristiwa politik, bukan cerminan utilitas yang sedang dibangun di bawahnya.
🧭 Yang Perlu Kamu Pantau
Buat kamu yang pegang BTC/ETH/XRP, tiga hal ini lebih menentukan daripada hasil satu voting:
- Rabu 16 September, 02:00 ET (13:00 WIB) — keputusan suku bunga The Fed. Pasar memasang 83–94% peluang kenaikan 25 basis poin, yang akan jadi kenaikan pertama sejak 2023. Kalau benar naik, sebagian besar sudah ter-price in; kejutan sebenarnya ada di nada pernyataan soal langkah berikutnya.
- Yield UST 10 tahun sudah 5,04% — tertinggi dalam 19 tahun. Ini tekanan struktural ke semua aset berisiko, terlepas dari Senat.
- Minyak mentah WTI di atas $103 setelah Arab Saudi membatalkan kargo minyak Eropa. Ini yang mendorong yield naik dan Bitcoin turun, bukan cuma CLARITY Act.
Yang menarik: kalau kenaikan Fed ternyata diikuti sinyal siklus pengetatan mendekati akhir, aset berisiko justru bisa rebound lebih cepat daripada reaksi terhadap RUU apa pun.
Soal CLARITY Act sendiri, satu hal yang perlu diingat dari Senator Lummis: “Saya rasa kita sudah selesai. Ini berakhir. Kami sudah mengerjakan RUU ini lebih dari setahun, dan kami sudah memberi lebih dari 120 permintaan mereka.” Kalau dia benar, regulasi kripto AS akan bergerak lewat pintu belakang — agensi — selama beberapa tahun ke depan.
Ada yang masih pegang posisi regulasi di sini? Tulis di komentar, kita diskusi. 👇
Baca juga artikel terkait di blog ini:
- CLARITY Act Voting di Senat 15 September: Kenapa XRP Naik 35% tapi Undang-Undangnya Belum Tentu Lahir
- Bitcoin Tembus $82 Ribu Jelang Keputusan The Fed: ‘Rektember’ atau Reli Berlanjut?
- Circle Akuisisi Tazapay US$400 Juta: Perang Stablecoin Pindah ke Asia Tenggara
Sumber: CoinDesk — Live updates: Bitcoin slides as Clarity Act passage odds fade · CoinDesk Markets — Bitcoin gives back Monday’s gain · CoinGape — CLARITY Act LIVE Updates · CoinDesk Policy — Clarity Act barrels toward disappointment · Yahoo Finance — Four Days to the Vote · CNBC — Trump agrees to ethics requirements
— Chokdi 🐷 · Content Studio · 2026