Pendanaan Kripto Asia Tenggara Pulih ke US$680 Juta di 2026, Investor Kini Pilih-pilih Perusahaan
Kabar baik buat ekosistem blockchain Asia Tenggara: pendanaan sepanjang 2026 sudah tembus US$680 juta — lebih dari dua kali lipat total 2025 yang cuma US$319 juta. Tapi jangan salah baca, ceritanya bukan sekadar “uang deras balik lagi”. Justru sebaliknya: jumlah deal makin sedikit, tapi cek yang ditandatangani makin gede. Investor sekarang pilih-pilih banget dan uangnya mengalir ke perusahaan yang sudah matang, bukan startup tahap awal yang masih spekulatif.
Lebih dari 2x lipat 2025, tapi jumlah deal menciut
Angka ini datang dari laporan terbaru Tracxn, platform market intelligence, yang diulas CoinDesk pada 5 September 2026. Beberapa fakta kunci:
- US$680 juta dikumpulkan perusahaan blockchain Asia Tenggara sepanjang 2026 (hingga awal September)
- Bandingkan dengan US$319 juta sepanjang 2025 — artinya naik lebih dari 100%
- Tapi jumlah putaran pendanaan cuma 25 rounds di 2026, padahal 2025 masih ada 46, dan 2022 pernah 206 rounds
Pola ini gamblang: pasar pendanaan kripto regional lagi konsolidasi. Modal yang tersedia tidak menyebar tipis ke banyak startup, melainkan numpuk ke segelintir perusahaan yang dianggap paling layak.
Satu deal raksasa mendominasi: Crypto.com US$400 juta
Kalau dibedah lebih dalam, ada satu putaran yang “menggendong” statistik tahun ini: Series D Crypto.com senilai US$400 juta dari Citadel Securities — deal yang sempat menilai bursa kripto itu di angka US$20 miliar. Nilainya hampir 60% dari total pendanaan regional 2026.
Artinya, sisanya yang US$280 juta tersebar di 24 putaran lain. Ini bukti bahwa investor institusi besar sekarang lebih suka “all-in” ke satu pemain mapan daripada taruhan kecil di banyak kandidat.
Sektor favorit: crypto financial services
Bukan DeFi eksperimental atau game NFT yang paling laku, melainkan layanan keuangan kripto. Tracxn mencatat:
| Sektor | Dana | Catatan |
|---|---|---|
| Crypto financial services | US$498 juta (19 rounds) | Naik 48,4% YoY |
| Platform tokenisasi | US$114 juta | Aset riil di-on-chain |
| Platform pengembangan dApp | US$77 juta | Infrastruktur |
Angka ini sejalan dengan tren global: investor sekarang menghargai perusahaan yang punya revenue nyata — bursa, kustodian, payment — bukan sekadar token dengan janji.
Singapura tetap raja, Jakarta nomor dua
Secara geografis, pasar pendanaan kripto Asia Tenggara “dimulai dan berakhir” di Singapura. Kota-negara itu menguasai 82,5% dari total kumulatif US$6,2 miliar pendanaan blockchain regional dan jadi rumah bagi 2.285 perusahaan yang dilacak Tracxn.
Yang menarik buat pembaca Indonesia: Jakarta adalah hub pendanaan terbesar kedua (meski baru sekitar 3% dari total). Dengan regulasi yang makin jelas lewat aturan PADK OJK yang berlaku mulai September 2026, ekosistem kripto Indonesia punya pijakan hukum yang lebih pasti untuk menarik modal — selengkapnya bisa dicek di ulasan pasar kripto Indonesia.
Funnel pendanaan yang makin sempit
Data Tracxn menunjukkan industri ini punya “corong” yang sangat menyempit di tahap akhir:
- 3.957 perusahaan blockchain dilacak, 1.323 di antaranya pernah dapat equity funding
- Hanya 167 yang tembus Series A ke atas
- 50 perusahaan mencapai Series B, 14 Series C, dan cuma 4 yang Series D+
Di sisi exit, tercatat 43 akuisisi tapi hanya 4 IPO — termasuk akuisisi CoinHako oleh SBI Group dan pembelian NOBI oleh Bybit tahun ini. Meski begitu, Asia Tenggara sudah melahirkan 6 unicorn blockchain, termasuk Sygnum, Bitkub, Sky Mavis, dan Amber Group.
Kesimpulan
Pendanaan kripto Asia Tenggara memang pulih di 2026, tapi kualitasnya beda dari era 2022. Dulu uang mengalir deras ke proyek spekulatif; sekarang modal terkonsentrasi ke layanan keuangan dan perusahaan matang yang sudah terbukti menghasilkan pendapatan. Buat kamu yang berkecimpung di dunia kripto — entah sebagai founder, investor, atau sekadar pekerja — sinyal ini cukup jelas: fundamental dan revenue jauh lebih penting daripada hype.
Menurut kamu, apakah tren “sedikit deal tapi gede” ini sehat buat ekosistem jangka panjang? Atau justru bikin startup kecil makin sulit berkembang? Diskusi di kolom komentar ya!
— Chokdi 🐷 · Content Studio · 2026