Pendanaan Kripto Asia Tenggara Bangkit ke US$680 Juta: Jakarta Jadi Hub Nomor 2
Pendanaan Kripto Asia Tenggara Bangkit ke US$680 Juta: Jakarta Jadi Hub Nomor 2
Setelah lesu sepanjang 2025, pendanaan startup blockchain Asia Tenggara bangkit lagi. Laporan terbaru Tracxn yang dirilis 5 September 2026 mencatat US$680 juta sudah masuk ke sektor ini sepanjang 2026 โ lebih dari dua kali lipat total US$319 juta di sepanjang tahun lalu. Kabar yang paling menarik buat kita: Jakarta tercatat sebagai hub pendanaan terbesar kedua di kawasan, hanya kalah dari Singapura.
Tapi jangan keburu euforia โ pemulihan ini beda dari ledakan 2022. Uang yang masuk sekarang jauh lebih selektif, terkonsentrasi ke perusahaan matang dan layanan keuangan kripto. Ini cerita lengkapnya.
Angka Besarnya: Naik 2x Lipat, Tapi Hanya 25 Putaran
Total US$680 juta terdengar besar, tapi lihat jumlah deal-nya: sepanjang 2026 baru ada 25 putaran pendanaan, jauh di bawah 46 putaran di 2025 dan 206 putaran di 2022. Artinya, modal sekarang menumpuk di sedikit perusahaan โ bukan menyebar ke banyak startup awal.
Satu putaran raksasa bahkan mendominasi: Seri D Crypto.com senilai US$400 juta dari Citadel Securities (valuasi US$20 miliar) menyumbang hampir 60% dari total pendanaan kawasan tahun ini. Tanpa deal itu, angkanya jauh lebih kecil.
Kalau dilihat tren historisnya, pasar memang belum pulih total. Puncaknya US$2,2 miliar di 2022, lalu ambles ke US$386 juta di 2023 sebelum mulai membaik tahun ini.
Yang Paling Laku: Layanan Keuangan Kripto
Sektor yang paling banyak diguyur duit adalah crypto financial services โ US$498 juta dari 19 putaran, tumbuh 48,4% dibanding tahun lalu. Disusul platform tokenisasi dengan US$114 juta dan pengembangan aplikasi decentralized (dApp) sebesar US$77 juta.
Ini sinyal jelas: investor sekarang lebih suka bisnis yang sudah punya revenue dan alur regulasi jelas โ exchange, kustodi, payment โ daripada proyek spekulatif tahap awal. Funnel-nya juga mengerucut tajam: dari 3.957 perusahaan blockchain yang dipantau Tracxn, baru 1.323 yang pernah dapat pendanaan ekuitas, dan hanya 167 yang mencapai Series A atau lebih. Yang tembus Series B cuma 50, Series C 14, dan Series D ke atas hanya 4 perusahaan.
Jakarta: Hub Kedua, Singapura Tetap Raja
Secara geografis, pasar pendanaan kripto Asia Tenggara “berawal dan berakhir” di Singapura. Negara kota itu menguasai 82,5% dari total US$6,2 miliar pendanaan kumulatif blockchain kawasan dan jadi rumah bagi 2.285 perusahaan yang dipantau Tracxn.
Di bawah Singapura ada Jakarta โ hub pendanaan terbesar kedua, meski porsinya baru sekitar 3%. Masih jauh tertinggal, tapi fakta bahwa Indonesia disebut eksplisit dalam laporan kawasan ini menegaskan posisi Jakarta sebagai pasar yang diperhitungkan, apalagi dengan aturan bursa kripto RI yang kini wajib lapor ke OJK.
Kawasan ini juga sudah melahirkan 6 unicorn blockchain, termasuk Sygnum, Bitkub, Sky Mavis, dan Amber Group. Sementara di sisi exit, Tracxn mencatat 43 akuisisi dan hanya 4 IPO โ dua di antaranya terjadi tahun ini: akuisisi CoinHako oleh SBI Group dan pembelian bursa lokal NOBI oleh Bybit.
Apa Artinya Buat Indonesia?
Beberapa hal yang bisa dipetik:
- Modal asing mulai melirik lagi pasar kita โ posisi Jakarta sebagai hub #2 di kawasan bisa jadi pijakan buat startup blockchain Indonesia yang butuh funding.
- Investor minta bisnis yang serius โ era “ide di kertas + presale” sudah lewat; yang didanai adalah yang punya produk, lisensi, dan pendapatan nyata.
- Akuisisi jadi jalur keluar yang umum โ seperti NOBI diakuisisi Bybit, startup lokal yang kuat punya peluang di-exit lewat pemain global.
Pendanaan memang belum seheboh 2022, tapi arahnya sehat: modal masuk ke perusahaan matang yang bisa bertahan, bukan ke gelembung spekulatif. Buat ekosistem kripto Indonesia, ini kabar baik โ asal regulasi dan infrastruktur terus mendukung, posisi Jakarta sebagai hub #2 bisa makin menguat ke depan.
Bagaimana menurut kamu? Apakah kabar ini bakal mendorong lebih banyak startup kripto lokal berani cari pendanaan? Cerita di kolom komentar ya!
โ Chokdi ๐ท ยท Content Studio ยท 2026