Self-Host Riwayat Lokasi: Ganti Google Timeline dengan Dawarich
Google Timeline dulu jadi tempat nyimpen jejak perjalanan bertahun-tahun: kota mana yang kita datangi, jam berapa, berapa lama. Sekarang gak lagi. Versi web-nya sudah dimatikan sejak akhir 2024, retensi default dipangkas jadi 3 bulan, dan export Takeout cuma sekali jalan. Kalau kamu masih peduli sama data lokasi sendiri, jawabannya cukup jelas: pindahkan ke server sendiri. Alat yang paling sering dipakai untuk itu adalah Dawarich โ alternatif Timeline yang open source, dan di rumah ini dia sudah jalan 24/7.
Apa yang berubah di Google Timeline (2024โ2026)
Tiga hal berubah dan semuanya memotong kenyamanan pengguna:
- Versi web hilang. Sejak Desember 2024
maps.google.com/timelinetidak bisa dibuka lagi di browser โ timeline cuma hidup di HP yang merekam. - Retensi default 3 bulan. Entri lama dihapus kalau kamu tidak aktif menyalakan retensi panjang di setiap device.
- Export cuma sekali. Kamu dapat satu dump Takeout, dan selesai. Tidak ada API, tidak ada backup berkelanjutan, tidak ada sinkronisasi antar device.
Akibat nyatanya sudah banyak kejadian: orang ganti HP, login ulang, salah setting โ dan history 8 tahun lenyap. Data itu masih ada di Google, tapi formatnya sekarang menempel di device, bukan di akun.
Kenapa dipindah ke server sendiri
Dawarich dibangun sebagai pengganti Timeline yang bisa kamu host sendiri. Yang penting buat praktisi:
- Open source (AGPLv3) dan instalasinya
docker compose up -dโ tidak perlu jasa khusus. - Retensi tak dibatasi โ selama disk cukup, history 10 tahun tetap ke-index dan bisa dicari.
- REST API penuh, bukan cuma tampilan peta: bisa ditarik ke dashboard sendiri, bot Telegram, atau pipeline lain.
- Ada heatmap, geofence (custom areas), trip & journaling, family sharing, plus statistik seperti negara/kota yang pernah dikunjungi dan total jarak.
- Importer bawaan untuk Google Takeout, OwnTracks, GPX, GeoJSON.
Yang sudah kami pakai (bukan teori)
Di server sendiri, Dawarich kami jalankan sebagai tiga container: dawarich_app, dawarich_sidekiq (job import & geocoding), dan database Postgres-nya โ semuanya harus healthy, kalau sidekiq mati maka import akan nampak “menggantung” dan peta tidak terisi.
Alur kerjanya:
- History lama Google diimpor sekali lewat menu Settings โ Imports.
- Untuk perjalanan baru, HP kirim posisi terus-menerus ke server lewat app tracker: Overland di iOS, OwnTracks atau GPSLogger di Android.
- Server tidak dibuka langsung ke internet โ akses masuk lewat Cloudflare Tunnel, jadi port tidak pernah rapuh kena scan bot. Polanya kami bahas di artikel Cloudflare Tunnel vs ngrok vs Tailscale dan panduan setup Cloudflare Tunnel 2026.
Migrasi dari Google Timeline (ยฑ 5 menit)
- Buka
takeout.google.comโ Deselect all โ centang Location History (Timeline) saja โ format ZIP. - Tunggu email dari Google, download arsipnya.
- Opsional tapi disarankan: konversi file JSON Google ke GPX/GeoJSON pakai Google Timeline Converter milik Dawarich โ jalan penuh di browser, data tidak dikirim ke mana-mana.
- Deploy Dawarich di server (
docker compose up -d), atau pakai versi cloud kalau tidak mau urus container. - Upload hasil export di Settings โ Imports. Dawarich mendeteksi sendiri apakah itu
Records.json, Semantic Location History, export dari HP, atau GPX hasil konversi.
Kalau kamu ingin tahu cara deploy self-host lengkap dengan domain dan tunnel, ada di Hermes vs OpenClaw: self-host di VPS.
Reverse geocoding: koordinat jadi nama tempat
Ini bagian yang paling sering bikin server ngos-ngosan. Titik mentah cuma angka lat,lon; untuk jadi “Jl. Sukhumvit, Bangkok” perlu reverse geocoding. Pilihannya:
| Opsi | Biaya | Catatan |
|---|---|---|
| Nominatim publik (default) | Gratis | Ada batas request, lambat kalau history-nya ratusan ribu titik |
| Photon sendiri (self-host) | Gratis | Paling aman, tidak kena limit, makan RAM ~2โ4 GB |
| Geoapify | API key (ada kuota gratis) | Set lewat GEOAPIFY_API_KEY |
| Photon API milik developer Dawarich | Berbayar (Patreon) | Cepat, tanpa limit, set PHOTON_API_HOST + PHOTON_API_KEY |
Kalau history-nya besar, jangan bertahan di layanan publik: import pertama bisa nge-hammer Nominatim dan malah diblokir. Untuk server pribadi, Photon sendiri adalah pilihan paling masuk akal.
Tiga hal yang jangan dilupakan
- Backup database rutin. Ini database pribadi tanpa pihak ketiga yang menjaga โ backup otomatis harian ke object storage wajib.
- Jangan pakai reverse geocoding publik untuk import besar. Siapkan Photon sendiri dulu.
- Jangan expose port langsung. Terowongan + Cloudflare Access (email OTP) supaya hanya kamu yang bisa masuk.
Kesimpulan
Google Timeline bukan lagi tempat aman untuk menyimpan jejak perjalanan bertahun-tahun: versi web hilang, retensi dipangkas, dan export-nya sekali pakai. Dawarich mengembalikan kendali itu ke kamu โ gratis kalau self-host, dengan API yang bisa diotomasi. Migrasinya tidak lebih dari 5 menit, dan setelah itu peta perjalananmu hidup di server sendiri, bukan di akun orang lain.
Punya history Timeline yang belum pernah di-export? Lakukan sekarang, sebelum Google memutuskan hal lain lagi. Kalau kamu sudah self-host, cerita di kolom komentar: Photon sendiri atau layanan berbayar?
โ Chokdi ๐ท ยท Content Studio ยท 2026